x

Pertama Kali atau Kali Pertama?

waktu baca 2 menit
Senin, 20 Feb 2023 10:38 0 331 I'anah Jurnalistik

Opini – Pernah kita mendengar orang mengatakan, “Pertama kali saya ke Jakarta tahun 1996.”, dan ada juga yang mengatakan, “Kali pertama saya ke Jakarta tahun 1996.”

Terhadap dua kalimat tersebut tentu timbul pertanyaan mana yang benar, apakah kalimat yang menggunakan kelompok kata pertama kali?

Apakah kalimat yang menggunakan kelompok kata kali pertama? Apakah kelompok kata pertama kali dan kali pertama merupakan sinonim yang dapat digunakan secara bergantian tanpa mengubah makna keseluruhan

Ataukah kita dapat menjawab pertanyaan kita sendiri meskipun dengan penuh keraguan, “Jangan-jangan kedua kelompok kata (frasa) tersebut sebenarnya tidak ada yang salah, hanya berbeda penggunaannya saja?”

Berbagai keraguan yang timbul adalah dikarenakan pemikiran tiap-tiap orang berbeda-beda diakibatkan dari ketidaktahuan mereka.

Jika kita mengetahui secara benar bagaimana seharusnya penggunaan kata kali jika kita gabungkan dengan kata pertama.

Dalam bahasa Indonesia kata kali memiliki beberapa fungsi dan makna. Ada kata kali yang menyatakan kekerapan tindakan, contoh, “Saya sudah dua kali menonton acara ini” atau “Sudah beberapa kali saya menonton acara ini.”

Ada kata kali yang menyatakan kelipatan atau perbandingan, contoh, “Dia terlihat dua kali lebih besar dibandingkan dengan setahun yang lalu.”

Ada kata kali yang menyatakan perbanyakan atau pergandaan, contoh, “Dia telah mengikuti ujian sebanyak tiga kali”, atau “Kamu telah menyakiti hatiku berkali-kali.”

Ada kata kali yang menyatakan rangkaian peristiwa yang terjadi. Contoh, “Kali ini saya memaafkanmu tetapi tidak untuk kali lain!”, atau “Kali pertama saya menemuimu ada sedikit ketakutan tetapi untuk kali kedua ini sudah merasa biasa saja.”

Nah, setelah jelas dengan beberapa fungsi kata kali tersebut, tentu telah mudah untuk membedakan penggunaan kata kali yang tepat dari dua kalimat, “Pertama kali saya ke Jakarta tahun 1996.”

Atau, “Kali pertama saya ke Jakarta 1996.” Kalau perlu kita perbandingkan saja dengan kalimat, “Hari ini, kali kedua saya ke Jakarta, setelah kali pertama di tahun 1996 kemarin. Tak terbayang sudah dua kali saya mengunjungi kota ini.”

Pola bahasa Indonesia adalah DM atau “Diterangkan-Menerangkan”. Jadi simpulan yang dapat kita ambil adalah kita harus benar-benar dapat menentukan inti kata dalam sebuah kelompok kata.

Dari situlah kita baru dapat menentukan bagaimana cara menuliskannya. Dengan demikian, kita akan dengan tegas dan berani untuk menuliskan kelompok kata yang yang benar, yaitu, kali pertama bukan pertama kali. Bahkan kita juga tegaskan penggunaan kelompok kata, kali lain bukan lain kali.

Dengan penjelasan di atas kita akan dengan mudah menentukan pula, bahwa kelompok kata yang benar adalah dua kali, bukan kali dua, dan beberapa kali, bukan kali beberapa.

Oleh: Siti Mahmudah, M.Pd.

Tinggalkan Komentar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kunjungi Youtube Kami

Statistik Pengunjung

x