

I’anah News
Prestasi – Perguruan Islam I’anatut Thalibin yang berlokasi di Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, memperingati hari lahir (harlah) ke-64 pada tahun 2026. Momentum ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam yang telah berdiri sejak tahun 1962 tersebut.
Sejak awal berdirinya, Perguruan Islam I’anatut Thalibin hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam yang mudah dijangkau. Pada masa itu, akses pendidikan formal masih terbatas, sehingga para tokoh ulama dan masyarakat setempat berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan yang tidak hanya berfokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembinaan akhlak dan nilai-nilai keislaman.
Dengan segala keterbatasan pada masa awal, proses pembelajaran berlangsung secara sederhana. Namun semangat keikhlasan dan tekad kuat para pendiri menjadi fondasi utama yang membuat lembaga ini mampu bertahan dan terus berkembang hingga saat ini. Dari awal yang sederhana tersebut, kini Perguruan Islam I’anatut Thalibin telah menjadi lembaga pendidikan yang menaungi berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Cebolek dan sekitarnya.
Dalam perkembangannya, lembaga ini berada di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan KH. Sya’roni Fathoni, S.Pd.I, yang terus melanjutkan estafet perjuangan para pendiri dalam menjaga dan mengembangkan dunia pendidikan Islam di lingkungan perguruan.
Salah satu nilai utama yang diwariskan oleh para pendiri adalah keikhlasan dalam berjuang. Semangat tersebut menjadi ruh yang terus dijaga hingga saat ini, sehingga Perguruan Islam I’anatut Thalibin tetap eksis dalam mendidik generasi muda yang berilmu dan berakhlakul karimah.
Memasuki usia ke-64 tahun, Perguruan Islam I’anatut Thalibin tetap mempertahankan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan spiritualitas peserta didik.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, tantangan dunia pendidikan juga semakin kompleks. Namun nilai-nilai dasar yang diwariskan oleh para pendiri menjadi pegangan penting dalam menjaga arah pendidikan agar tetap sesuai dengan visi awal berdirinya lembaga.
Harlah ke-64 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang sebuah lembaga bukan hanya tentang usia, tetapi tentang konsistensi dalam menjaga nilai dan tujuan awal. Semangat pengabdian yang diwariskan sejak tahun 1962 diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Dengan demikian, Perguruan Islam I’anatut Thalibin diharapkan terus tumbuh sebagai lembaga pendidikan Islam yang kokoh, berakar pada nilai tradisi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai lembaga pencetak generasi berilmu dan berakhlakul karimah.

Penulis: Masudi, S.Hum.
Editor: Tim Redaksi I’anah News
