

Puisi – Karya: Siti Mahmudah, M.Pd.
4 September, Minggu, 08.56 WIB.
Ketika otak mulai berpesan pada raga
agar berdiam, tanpa aksi dan reaksi
menantang, merepih perih
seutas asa yang tercancangGairah semangat tiada menunjal
Warna mimpi memburam, memarlah!
Seluruh irama degub terperangkap
kekalahan, gigil luruh ketakutanSemua barisan aksaraku mendiam tiada
pertolongan, beragam konjungsi
mengungsi, abai pada panggilan
paragraf, yang lirih tak terdengarSemesta bahasa meringkih, hilang
kekuasaan! Akronim liar makin menjajah
memberi makan pada antek-antek
Agar terus menebar racun, kekeliruan!Mungkinkah ini lembaran repertoar
untuk tunas-tunas mendatang?
Bahkan Sang induk, saling berkelindan
terus menularkan, sakit berkepanjanganRengsakah bangsaku! Di mana Para Pejuang,
yang bersumpah menjunjung Bahasa
Persatuan? Bangkitlah! Aku ingin
berada pada pasukan perjuanganPUEBI dikembalikan ke EYD. Mari,
baca, pahami! Belajar agar bisa
Membelajarkan, jangan terus
menjadi sesat dan Menyesatkan!Sirami semesta Bahasa agar kuat
berakar, bertumbuh gagah besar
terbebas dari dera kerontang
Ke depan makin Menggairahkan!
Tim kreatif:
I’anah Jurnalistik
