x

Resonansi Semangat Dari Balik Terompet: Metamorfosis Dafa Rahmat Shoim di Marching Band Citra Nada Ianah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 9 Mei 2026 12:04 0 182 I'anah Jurnalistik

Ianah News
Prestasi – Dalam dunia pertunjukan, terdapat garis imajiner yang tegas memisahkan antara mereka yang bekerja di senyapnya balik layar dengan mereka yang berdiri gagah di bawah sorot lampu panggung. Namun, bagi Dafa Rahmat Shoim, garis itu bukanlah pembatas, melainkan jembatan yang baru saja ia seberangi dengan sangat gemilang.

Nama Dafa sebelumnya lebih dikenal sebagai arsitek di balik layar. Ia adalah bagian dari tulang punggung official yang memastikan kesuksesan Marching Band Citra Nada Ianah (MBCNI). Namun kini, remaja yang menempuh pendidikan di MTs. Ianatut Tholibin tersebut memutuskan bergabung ke dalam sebuah instrumen berbahan kuningan yang berkilau: Terompet.

Merantau demi Ilmu, Menembus Batas Fisik
Perjalanan Dafa adalah sebuah narasi tentang keberanian meninggalkan zona nyaman. Berasal dari tanah Sumatera, ia menyeberangi lautan untuk menimba ilmu di Pulau Jawa, tepatnya di Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Desa Cebolek Kidul, Kabupaten Pati.

Narasi Tubuh Kecil, Semangat Besar yang selama ini melekat padanya kini menemukan bentuk barunya. Terompet bukanlah instrumen yang ramah bagi pemula; ia menuntut kapasitas paru-paru yang prima, kontrol otot bibir yang presisi, dan stamina fisik yang tangguh untuk meniupkan nada sembari melakukan formasi baris-berbaris yang kompleks.

Bagi banyak orang, melihat postur Dafa mungkin akan melahirkan keraguan. Namun, begitu nada pertama meluncur dari terompetnya, keraguan itu lumat. Suara yang dihasilkan begitu lantang, tajam, dan penuh percaya diri, sebuah antitesis dari sosoknya yang mungil namun selaras dengan jiwanya yang raksasa.

Evolusi Sang Arsitek Pertunjukan
Transisi Dafa dari tim official menjadi pemain inti atau brass line adalah sebuah metamorfosis yang jarang terjadi. Pengalamannya sebagai orang di balik layar memberikan Dafa perspektif unik; ia memahami bagaimana sebuah estetika pertunjukan dibangun dari titik nol. Jika dulu ia memastikan Citra Nada Ianah beralan lancar melalui pendampingan yang intens, kini ia memastikan teknis nada tersebut lahir langsung dari napasnya sendiri.

Dafa adalah personifikasi dari dedikasi. Ia tidak hanya berpindah peran, ia berevolusi. Keberaniannya mengambil posisi terompet menunjukkan bahwa ia siap menjadi pusat perhatian tanpa kehilangan kerendahan hati yang ia miliki sejak di tim official.

Simbol Baru MBCNI
Kini, di bawah panji Marching Band Citra Nada Ianah, Dafa bukan lagi sekadar nama di barisan belakang tim official. Ia adalah bagian dari harmoni, pemberi warna melodi, dan bukti hidup bahwa di lingkungan pendidikan Ianah dan lingkungan pesantren Mansajul Ulum, potensi santri tidak pernah dipenjara oleh satu dimensi saja.

Perjalanan Dafa adalah pengingat bagi kita semua, bahwa suara yang paling keras tidak selalu datang dari mereka yang berbadan besar, melainkan dari mereka yang memiliki napas paling panjang dalam berjuang dan hati yang paling tulus dalam berkarya. Saat terompet itu terangkat ke bibirnya, Dafa tidak hanya sedang memainkan musik; ia sedang meniupkan inspirasi bagi siapa saja yang merasa terbatas oleh keadaan.

Reporter: Masudi, S.Hum.
Editor: Tim Redaksi I’anah News

Tinggalkan Komentar

Kunjungi Youtube Kami

Statistik Pengunjung

x