x

Hujan Beserta Ceritanya

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Jan 2023 10:37 0 456 I'anah Jurnalistik

Cerpen – Suatu ketika, hiduplah air yang jatuh cinta kepada awan.
Air yang hanya bisa memandang gagahnya awan dari kejauhan, tanpa bisa meraihnya.
Matahari pun merasa kasihan.

Setiap melihat air merindukan awan, melihat betapa cintanya air kepada awan.
Setiap awan merindukan air, merasakan betapa cintanya awan kepada air.
Seakan teringat pada kisahnya dengan sang rembulan.

Matahari tak ingin air bernasib sama.
Dengan senang hati, diangkatnya air kepada awan.
Mereka bertemu, bersama seperti yang selalu mereka dambakan.

Air di sisi awan dan awan di sisi air.
Namun langit tidak suka, langit tidak suka melihat bagaimana awan selalu bersama air.
Langit tidak suka awan mencintai air.
Langit tidak suka air mengganggu kemesraannya dengan awan.

Apalagi, langit tidak suka melihat awan rela menjadi kelabu hanya untuk bersama air.
Langit marah. Ia benci karena pemandangan nya tak lagi memukau.
Semua karena air.

Petir menyambar nyambar, menimbulkan suara gemuruh keras tanda kebencian sang langit.
Air pun merasakan kemarahan sang langit.
Walau awan memeluknya erat, tapi langit terus menariknya.
Berusaha melepaskan mereka dengan segenap usahanya.

Hingga akhirnya, air jatuh kembali bertemu dengan bumi.
Kembali ke tempatnya yang selalu merindukan awan yang jauh di sana.
Matahari berusaha menghibur air dengan membuat pelangi aneka warna.
Tapi air terus bersedih.

Sedih karena harus kembali berpisah dengan awan.
Sedih melihat indahnya langit bersanding dengan awan.
Air tak ingin awan melihat nya bersedih.

Ia berusaha membantu siapapun yang perlu bantuan.
Tapi di atas sana, awan tidak tahan.
Ia terus merindukan air yang telah mengisi hidupnya.
Yang membuat nya merasa hampa saat air pergi.

 

Karya: Arina, Siswi MTs. I’anatut Tholibin

Tinggalkan Komentar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kunjungi Youtube Kami

Statistik Pengunjung

x