x

KH. Muzajjad dan Jejak Madrasah I’anatut Thalibin: Dari Buku ke Kenangan yang Hidup

waktu baca 3 menit
Selasa, 9 Sep 2025 12:59 0 272 I'anah Jurnalistik

I’anah Jurnalistik – Peluncuran buku Cahaya Multidimensi Sang Kyai Inspiratif menjadi langkah baru di generasi modern. Buku ini adalah biografi perdana yang merekam jejak hidup KH. Muzajjad secara mendalam—bukan hanya sebagai ulama falak dan guru ngaji, tapi juga sebagai penggerak pendidikan yang nyaris terlupakan dalam sejarah tertulis.

Bagi sebagian orang, buku ini mungkin hanya biografi tokoh agama. Tapi bagi keluarga besar Madrasah I’anatut Thalibin, buku ini adalah potongan sejarah yang akhirnya mendapatkan tempatnya:

“Sebuah pengakuan bahwa madrasah ini dibangun bukan hanya dengan batu dan semen, tapi dengan semangat dan doa seorang kyai seperti KH. Muzajjad.”

Siapa KH. Muzajjad dalam Sejarah Madrasah?

Tidak banyak yang tahu bahwa KH. Muzajjad memiliki peran penting dalam proses pembangunan gedung Madrasah I’anatut Thalibin, sebuah madrasah swasta yang kini berdiri kokoh di Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.

Pada tahun 1972, KH. Muzajjad mendorong dimulainya pembangunan gedung madrasah. Peletakan batu pertama dilakukan pada 17 Mei 1972 oleh KH. Abdullah Salam, disaksikan ulama-ulama besar seperti KH. Sahal Mahfudz. Gedung untuk putra selesai dan diresmikan pada 18 November 1972, sedangkan gedung putri diresmikan dua tahun kemudian, 8 Desember 1974.

Dalam buku ini, peran KH. Muzajjad diceritakan sebagai *kyai yang tidak banyak bicara, tapi selalu hadir ketika perjuangan membutuhkan suara dan tindakan.*

Madrasah I’anatut Thalibin: Dari Tanah Hibah ke Akreditasi A

Madrasah I’anatut Thalibin bukan madrasah besar yang dibangun negara. Ia lahir dari tanah hibah, tenaga relawan, dan idealisme para kyai desa.

Didirikan pada 4 April 1962, madrasah ini digagas oleh tiga tokoh utama:

✅ KH. Ahmad Khasir
✅ Ustadz Zawawi
✅ Ustadz Munawir

Mereka mendapat dukungan dari KH. Muhammad Zen (pengasuh Ponpes Nurwiyah Kajen), serta tokoh masyarakat seperti:

✅ Hj. Halimah, yang menghibahkan lahan
✅ KH. Murtadlo, penerima hibah
✅ KH. Ma’ruf, yang menyediakan ruang belajar awal
✅ H. Abdul Aziz Masykuri, kepala madrasah pertama

Kini, lebih dari 60 tahun setelah berdiri, madrasah ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbaik di wilayah Pati.

Data Singkat Madrasah I’anatut Thalibin (2025)

Lokasi: Cebolek Kidul, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah
Jenjang:** RA, MI, MTs, MA
NPSN MI:** 60712217
Akreditasi:** A (BAN-S/M SK 817/BAN-SM/SK/2019)
Luas Tanah:** ±1.500 m²
Website: ianah.web.id

Mengapa Buku Ini Penting?

Jika sejarah tidak ditulis, maka ia akan hilang perlahan seperti kabut pagi, kata salah satu guru senior saat peluncuran buku.

Itulah mengapa buku ini penting. Ia merekam ulang perjuangan KH. Muzajjad dan para tokoh pendiri madrasah agar tidak lenyap di antara generasi. Ia menjadi pengingat bahwa pendidikan Islam tidak tumbuh begitu saja—ia dibangun dengan pengorbanan yang sunyi, namun bermakna.

Penutup: Dari Buku ke Ruang Kelas

Buku Cahaya Multidimensi Sang Kyai Inspiratif bukan sekadar catatan sejarah. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara madrasah dan masyarakat, antara ilmu dan amal.

Madrasah I’anatut Thalibin akan terus berdiri, dengan atau tanpa gedung megah. Tapi berkat buku ini, kini kita tahu siapa yang ikut menopangnya dari awal—dan kita bisa berkata dengan yakin:

KH. Muzajjad bukan hanya bagian dari sejarah madrasah ini. Beliau adalah salah satu fondasinya.

Ayo Bagikan!

Jika kamu santri, alumni, guru, atau hanya orang yang peduli pendidikan Islam—sebarkan tulisan ini. Jadikan sejarah sebagai bagian dari masa depan.

Penulis: Wartawan IJ
Editor: PM

Tinggalkan Komentar

Kunjungi Youtube Kami

Statistik Pengunjung

x